Waspadai Aspartam pada Minuman

Posted by Salger Senin, 19 Agustus 2013 0 komentar

Sebagian besar pemanis yang digunakan dalam minuman kemasan adalah aspartam. Meski sampai saat ini dianggap aman, tetapi banyak masyarakat masih menyangsikan tingkat keamanannya sehingga kontroversipun terus merabak. Seperti halnya fobia terhadap MSG yang juga telah dinyatakan aman, fobia terhadap aspartampun sulit dilepaskan dari otak masyarakat karena sugesti dampak bahaya aspartam sudah melekat erat.

Bukan hanya aspartam , gulapun dianggap berbahaya bagi kesehatan. Gula seharusnya tidak berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam batas normal. Satu sendok teh gula hanya mengandung 16 kalori atau sekitar 67 kilojoule pada energi. Gula akan berdampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Namun dalam keadaan tertentu khususnya bila tidak disertai perawatan gigi uang baik gula dapat mengganggu kesehatan gigi. Pemanis buatan dibuat untuk mengantisipasi asupan gula atau sukrosa berlebih yang bisa mengakibatkan kerusakan gigi. Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang dibuat untuk mengatasi solusi tersebut.

Aspartam ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte sebagai hasil percobaan yang gagal. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanina. Fenilalanina merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak.

Aspartam merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, aspartyl-phenylalanine-1-methyl ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina. Aspartam punya kekuatan manis 160 hingga 220 kali lebih tinggi daripada gula sukrosa.

Aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa), sehingga untuk mencapai titik kemanisan yang sama diperlukan aspartam kurang dari satu persen sukrosa. Seperti banyak peptida lainnya, kandungan energi aspartam sangat rendah yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis sehingga kontribusi kalorinya bisa diabaikan sehingga menyebabkan aspartam sangat populer untuk menghindari kalori dari gula.

Keunggulan aspartam yaitu mempunyai energi yang sangat rendah, mempunyai cita rasa manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman, dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman pada penderita diabetes.

Penggunaan aspartam ditujukan untuk mengurangi jumlah kalori gula dan biasanya dipakai pada produk-produk diet atau untuk penderita dengan kebutuhan medis tertentu, seperti diabetes. Aspartam dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen.

Saat ini aspartam telah ada dalam berbagai bentuk, seperti cair, granular, enkapsulasi dan juga tepung. Dengan demikian, aspartam dapat digunakan dalam berbagai bentuk dan jenis makanan maupun minuman. Bentuk enkapsulasi bersifat tahan panas sehingga dapat digunakan untuk produk-produk yang memerlukan suhu tinggi dalam pembuatannya. Meski dinyatakan aman, tetapi kontroversi bahaya  aspartam terus merebak. Hal ini membuat pangsa pasarnya mulai berkurang direbut oleh pemanis lain yaitu sukralosa.

Kontroversi

Pemanis buatan aspartam telah menjadi subjek beberapa kontroversi sejak persetujuan awal oleh US Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 1974. Persetujuan FDA aspartam sangat ditentang,  dengan kritikus menuduh bahwa kualitas penelitian awal yang mendukung keamanan tidak cukup dan cacat. Kecaman lainnya adalah bahwa konflik kepentingan dirusak persetujuan aspartam.  Pada 1987, US Government Accountability Office menyimpulkan bahwa proses persetujuan aditif makanan telah diikuti dengan benar untuk aspartam.  Meskipun demikian, kontroversi dan anti-aspartam oleh berbagai aktifis telah mengkampanyekan bahaya aspartame tanpa dokumen dan data akurat. Tanpa dasar penelitian ilmiah mereka mengungkapkan bahwa aspartam dapat mengakibatkan gangguan multiple sclerosis, lupus sistemik, keracunan metanol, kebutaan, kejang, menembak nyeri, kejang, sakit kepala, depresi, gelisah, kehilangan memori, kelahiran cacat dan kematian  berhubungan dengan konsumsi aspartam dalam dosis normal. Tetapi kampanya anti aspartam tersebut telah dibantah oleh berbagai proyek penelitian ilmiah dan dikuatkan oleh berbagai institusi kesehatan dunia yang kredibel.

Publisitas kontroversi ini telah terlanjur menyebar demikian luas memicu kekawatiran terhadap dampak kesehatan dalam penggunaan aspartam. Secara luas ribuan bahkan jutaan email beredar di dunia maya yang membuat kecemasan dan fobia terhadap aspartam semakin besar. Seperti halnya kontroversi MSG maka kontroversi bahaya aspartam yang sudah terlanjur melekat erat di masyarakat sulit dirubah lagi.

Meski MSG (Monosodium Glutamat) dan aspartam sudah dinyatakan aman oleh berbagai institusi kesehatan dunia tetapi keamanan untuk penggunaan masih disangsikan oleh masyarakat. Namun sertifikasi aman yang telah dikeluarkan oleh FDA dan FSA Eropa akhirnya tetap menyulut kontroversi. Penyelidikan lebih menyeluruh mulai banyak diusulkan untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara aspartam dan banyak efek negatif yang mungkin ditimbulkannya seperti sakit kepala, tumor otak dan limpoma. Semua penemuan ini, ditambahkan kemungkinan akan kebenaran bahaya aspartam membuat masyarakat mulai berpikir ulang untuk menggunakan aspartam. Bahkan pada tahun 2004 kontroversi penggunaan aspartam sampai didiskripsikan dalam film dokumenter Sweet Misery: A Poisoned World.

Aspartam telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi manusia dengan lebih dari sembilan puluh negara di seluruh dunia. FDA menunjukkan bahwa aspartam sebagai “salah satu bahan makanan yang telah banyak diuji dan dipelajari dengan seksama aditif makanan. Berdasarkan berbagai kajian ilmiah tersebut FDA pernah menyetujuinya dan menyatakan aspartam aman sebagai pemanis non-nutrisi.

Aspartam Dinyatakan Aman

Menurut berbagai institusi kesehatan dunia yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi seperti US Food and Drug Administration (FDA), American Dietetic Association (ADA), The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), American Medical association (AMA), The American Council On Sience and Health (ACSH) atau European Commission’s Scientific Committee on Food (SCF) telah merekomendasikan bahwa aspartam merupakan bahan makanan yang aman bagi kesehatan. Aspartam telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil, wanita menyusui bahkan anak-anak, kecuali bagi penderita PKU (Penilketonuria).

Tahun 1981 aspartam mendapat persetujuan dari FDA untuk digunakan pada beberapa jenis makanan. Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyak penelitian ilmiah yang harus ditinjau terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Dan dari bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman.

Penelitian yang menggunakan aspartam secara bolus sebesar 34 mg/kg berat badan memperlihatkan bahwa walaupun hasil metabolisme aspartam dapat melewati sawar darah plasenta, jumlahnya tidak bermakna untuk sampai dapat menimbulkan gangguan saraf pada janin. Penelitian besar yang dilakukan terhadap manusia, bukan hewan tikus menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda yang mengandung pemanis aspartam dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Aspartam dapat diurai oleh tubuh menjadi kedua asam amino tersebut dan termasuk pemanis nutritif. Hanya, aspartam tidak tahan suhu tinggi, karena pada suhu tinggi aspartam terurai menjadi senyawa yang disebut diketopiperazin yang meskipun tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi tidak lagi manis. Karena itu, aspartam tidak dipakai dalam produk pembuat kue dan dipakai hanya untuk minuman, es krim, dan yoghurt. Jika dicerna secara normal oleh tubuh, aspartam akan menghasilkan asam aspartat dan fenilalanina. Dengan demikian, aman untuk dikonsumsi.

Menurut American Dietetic Association (ADA), pemanis aspartam aman dalam jumlah tertentu seperti yang direkomendasikan Food and Drug Administration (FDA). Hasil penelitian yang dilakukan FDA menyebutkan, aspartam masih dalam batas aman untuk manusia jika konsumsi per harinya sebanyak 50 mg/kg berat badan.

Menurut European Commission’s Scientific Committee on Food (SCF) pada tahun 1998 juga merekomendasikan bahwa aspartam aman. SCF juga telah melakukan review berbagai laporan penelitian terhadap 500 penelitian tentang aspartam sejak tahun 1998 hingga 2001. Hasil review tersebut menunjukkan, aspartam tetap aman dan tidak ada bukti kuat yang mengharuskan mereka mencabut pernyataan sebelumnya. Berdasarkan Acceptable Daily Intake (ADI), asupan aspartam yang direkomendasikan SCF adalah 40 mg/kg berat badan.

Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA pun memberikan batas-batas pemakaian yang dianjurkan. Istilah yang dipakai adalah Acceptable Daily Intake (ADI) yang berarti asupan harian yang diperbolehkan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah pemanis per kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan risiko. ADI adalah tingkat yang konservatif, yang umumnya menggambarkan jumlah 100 kali lebih kecil dibandingkan tingkat maksimal yang tidak memperlihatkan efek samping dalam penelitian binatang. ADI untuk aspartam adalah 40 mg/kg berat badan.

Setelah persetujuan diperoleh, bukan berarti tidak ada lagi penelitian lain yang dilakukan. Lebih dari 100 penelitian telah dilakukan sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, FDA tidak mengubah pendapatnya. Aspartam kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara termasuk Indonesia.

Bahaya Bagi penderita PKU

Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Tetapi proses pencernaan aspartam juga seperti proses pencernaan protein lain. Aspartam akan dipecah menjadi komponen dasar, dan baik aspartam maupun komponen dasarnya tidak akan terakumulasi dalam tubuh.

Dalam keadaan normal, fenilalanina diubah menjadi tirosina dan dibuang dari tubuh. Gangguan dalam proses ini terjadi pada penyakit fenilketonuria atau fenilalaninemia atau fenilpiruvat oligofrenia (PKU). Tubuh tidak mampu menghasilkan enzim pengolah asam amino fenilalanina, sehingga menyebabkan kadar fenilalanina yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi tubuh. PKU menyebabkan fenilalanina tertimbun dalam darah sehingga mengganggu otak dan dapat menimbulkan berbagai dampak berbahaya bagi tubuh manusia. Penyakit ini dapat diturunkan secara genetik.  Kedua jenis asam amino ini secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan berprotein seperti daging, biji-bijian dan nernagai produk diary atau susu. Penyakit ini jarang terjadi di Indonesia. Tetapi pada orang kulit putih, itupun kejadiannya hanya satu per 15.000 orang. Bukan hanya aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanina termasuk nasi, daging dan produk susu. Pada setiap produk yang mengandung aspartam harus diwaspadai bagi  penderita fenilketonuria dengan membaca cermat label pruduk yang mengandung fenilalanina.

Sumber : Mas Sandi


Baca Selengkapnya ....

Teliti Terlebih Dahulu Sebelum Membeli

Posted by Salger Minggu, 18 Agustus 2013 0 komentar

sari buahPara konsumen hendaknya lebih menambah kewaspadaan terkait banyaknya jajanan yang beredar pada masyarakat dewasa ini,

Minuman yang digadang-gadang organik pun belum tentu benar-benar organik,, kenapa demikian?? karena banyak penulis temui mereka melakukan operasi yang curang dalam memproduksi produk mereka.

Gimana solusinya ?
Ada baiknya jika kita mengunjungi langsung pabriknya dan mengamati langsung baha-bahan yang dibuat. Namun untuk pabrik besar jelas tidak bisa,, karena ada perlindungan dari luar. Untuk industri-industri rumah tangga sebagian dari mereka ada yang terbuka. Pada kesempatan itulah, konsumen hendaknya meluangkan waktu untuk berkunjung ke lokasi produksi tersebut.

Apakah harus berkunjung??
Apabila kita seksama dan teliti dalam makanan dan minuman kita tidak perlu mengunjunginya. Misal, ada minuman sari buah salak. Kalau lidah kita benar-benar terlatih dan jeli untuk membedakan adanya sari buah dan bahan kimia, maka kita dengan mudah membedakannya.

Oke guys,, Hati-hati dalam memilih produk,, Agaknya semboyan teliti dahulu sebelum membeli berlaku dengan sangat pada era seperti ini..


Baca Selengkapnya ....

Saatnya Beralih ke Hidup Sehat

Posted by Salger Sabtu, 27 Juli 2013 0 komentar

gaya-hidup-sehatHidup sehat siapa yang tidak mau,, semua pasti ingin hidup sehat,, terlebih lagi bagi yang saat ini sedang sakit pasti dapat lebih merasakn betapa mahalnya kesehatan,, smeoga yang sakit di hari ini di beri kemudahan untuk cepat sembuh. Amien.

Lantas bagaimana caranya untuk hidup sehat??

Cara untuk hidup sehat sangatlah mudah,, namun membutuhkan perawatan dan kedisiplinan tinggi.. Hidup sehat dapat diterapkan pada pendidikan anak usia dini.. Mulai dari SD, SMP, dan seterusnya,, bahkan bisa dimulai sebelum TK atau PAUD..

Langkah-langkah yang dapat ditempuh diantaranya :
1. Mengenalkan produk organik yang asli (bukan produk organik abal-abal)
2. Mengenalkan bahan-bahan makanan yang dapat merusak kesehatan dalam jangka lama..
3. Mengajarkan tentang kewaspadaan tentang jajanan yang diakali oleh para penjaja pinggir jalanan,,
3. Mengajarkan kepada buah hati untuk meniliti terdahulu sebelum memutuskan untuk membeli,,
4. Menagajarkan kepada buah hati untuk tidak tertipu murahnya harga suatu jajanan, karena bisa disinyalir bahannya abal-abal,,
5. Mengajarkan tentang pentingnya kualitas pada produk yang benar untuk mewaspadai barang mahal ternyata palsu juga,,

SALGER Minuman Sari Salak Suwaru Asli

P280812_14.29Salger merupakan produk minuman sari buah yang mengusung slogan ORGANIK PRODUCT.

SALGER berbahan salak suwaru, yakni salak yang berasal dari daerah Suwaru, Kec. PAgelaran, Kab. Malang. Salak suwaru terkenal akan kemanisannya dan bertekstur daging yang tebal dan berair. Namun seperti halnya salak dampit, salak suwaru kalah pamor oleh salak pondoh yang sudah meng-Indonesia. Salak suwaru dibudidayakan tanpa ada pengolahan yang intensif seperti pupuk dan pestisida. Warga suwaru dan sekitarnya membiarkan tanaman salaknya tumbuh begitu saja. Perawatannya meliputi, penjarangan, pembuahan, pembubunan, dan penyiangan. Sistem pengairan menggunakan sistem tadah hujan.. Sehingga salak suwaru tidak pernah tersentuh oleh bahan kimia seperti pupuk dan pestisida kimia.

Salger menggunakan gula pasir untuk pemanisnya. Penggunaan gula ini untuk mengusung slogan organix tanpa bahan pemanis buatan. tentu kita tahu pemanis buatan justru akan berakibat buruk kepada kesehatan kita dalam jangka panjang seperti penyakit kanker dan sebagainya.

So,, jangan ragu lagi untuk mengkonsumsi produk minuman sari buah SALGER kami,, kami berani buktikan dengan produk yang lain.. !!!

Link terkait :
1. Kecamatan Pagelaran
2. Saribuah Salger
3. SalgerQ


Baca Selengkapnya ....

Resep Asinan Salak

Posted by Salger Kamis, 20 Juni 2013 0 komentar

Asinan Salak

asinan salak

untuk 4 porsi


BAHAN:
250 gram Daging salak , potong panjang
150 gram Gula pasir
5 buah Cabai merah , haluskan
2 buah

cabai rawit , haluskan
1 sendok makan Asam sitrat (citroen)
garam secukupnya
1 sendok makan Air kapur sirih
2 liter Air

CARA MEMBUAT:
1. Rendam salak dalam 750 ml air dan
garam selama ± 45 menit. Tiriskan dan cuci.
2. Rendam kembali salak dalam 750 ml air dan air kapur sirih selama ± 45 menit. Tiriskan dan cuci kembali.
3. Rebus sisa air bersama gula dan semua cabai hingga mendidih, masukkan salak dan asam sitrat. Kecilkan api, masak hingga air menyusut setengahnya. Angkat.
4. Simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam. Sajikan dingin.

NB : Lebih nikmat jika menikmati asinannya dicampur dengan minuman Salger, lebih terasa rasa buah salaknya..

Sumber : Modifikasi


Baca Selengkapnya ....

Konsumsi Buah Salak Bisa Bikin “Otak Encer”

Posted by Salger Rabu, 01 Mei 2013 0 komentar

Buah salak memiliki nama latin Sallaca Edulis, pohon salak merupakan tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Yuk, Makan Salak Biar Otak 'Encer'

Ada beragam varietas salak yang bisa kita jumpai di Indonesia, seperti salak pondoh, bali, suwaru, dan condet. Salak yang sudah matang biasanya memiliki rasa yang manis, asam, dan beberapa ada yang sedikit sepat seperti salak bali dan salak lokal dampit yang terkenal karena sepatnya.

Meski tumbuh di daerah tropis, namun buah salak sangat diminati oleh masyarakat Eropa dan Amerika. Masyarakat eropa dan Amerika menyebut salak dengan sebutan snake fruit, karena kulitnya yang bersisik seperti seekor ular.

Kandungan Gizi Buah Salak

Selain memiliki bentuk yang unik dengan rasa manis dan asam, ternyata buah salak juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Setiap 100 gr buah salak mengandung energi sebesar 368 kilokalori, protein 0,8 gram, karbohidrat 90,3 gram, lemak 0,4 gram, kalsium 38 miligram, fosfor 31 miligram, dan zat besi 3,9 miligram. Selain itu di dalam buah salak juga terkandung vitamin C sebesar 8,4 miligram.

Manfaat Kesehatan Buah Salak

Dengan kandungan gizi yang cukup lengkap, tidak mengherankan jika buah salak memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah salak antara lain:

  • Meningkatkan Kinerja Otak
    Penelitian juga mengungkap bahwa salak diklaim mampu meningkatkan kinerja otak karena kandungan potassium dan pektin. Potassium dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, meningkatkan fungsi otak (mengatur kecerdasan), dan proses fisiologi penting lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal “Integrative Cancer Therapies” diketahui bahwa pektin berpotensi mencegah dan mengobati kanker prostat. Pektin bekerja dengan cara menghambat reproduksi sel kanker serta menurunkan risiko terjadinya apoptosis, yaitu sel yang memprogram kematiannya sendiri.

  • Menjaga Kesehatan Mata
    Buah salak mengandung betakaroten yang efektif untuk menjaga dan memelihara kesehatan mata. Penelitian menyebutkan bahwa kandungan betakaroten buah salak lebih besar 5,5 kali dari buah mangga, dan 5 kali lebih besar daripada semangka. Jika Anda bosan dengan jus wortel , membuat jus salak bisa menjadi alternatif yang tepat untuk menjaga kesehatan mata Anda.

  • Mencegah Sembelit
    Ada mitos yang berkembang jika mengonsumsi buah salak dapat mengakibatkan susah BAB. Padahal mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut F.X. Wahyurin Mitano, ahli gizi dari RSUD dr Soetomo, sebaiknya saat mengonsumsi buah salak jangan dibuang kulit arinya. Sebab dalam kulit ari itulah terdapat kandungan serat. Kandungan serat itulah yang dapat mengurangi kemungkinan mengalami sembelit setelah mengonsumsi buah salak. Salak juga diperkaya dengan tanin, zat yang dikenal sebagai anti diare. Hal yang sama juga berlaku saat Anda mengonsumsi buah jeruk. Saat mengonsumsi jeruk sebaiknya jangan hanya dimakan bulirnya saja, tetapi makan juga pembungkus bulir jeruknya, karena pembungkus bulir tersebut mengandung serat tinggi untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

  • Membantu Program Diet
    Kandungan serat yang tinggi pada buah salak akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga bisa menghindarkan Anda untuk makan dalam porsi besar. Baik dikonsumsi bagi Anda yang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan.

Nah, mulai sekarang jangan ragu lagi menambahkan buah salak ke dalam menu harian Anda.

Dijamin .. so pastii…

Sumber : Elang biru


Baca Selengkapnya ....

Makanan yang Kurang Sehat

Posted by Salger Senin, 15 April 2013 0 komentar

Kami tidak mengatakan, makanan-makanan di bawah ini tidak boleh lagi Anda konsumsi. Tetapi berusahalah menghindari makanan di bawah ini dalam menu Anda, jika Anda ingin mempertahankan nutrisi dan menurunkan berat badan.


1. Pencuci mulut yang digoreng
Pada dasarnya makanan pencuci mulut sudah memiliki kadar lemak dan gula yang tinggi. Jadi bayangkan betapa buruknya jika dihidangkan dengan cara digoreng. Dan jangan terlena dengan pisang goreng atau nanas goreng mentang-mentang buah. Karena dibuat dengan adonan pembungkus dan sirup, mereka adalah pencuci mulut yang buruk.


2. Makanan yang digoreng dan berlapis keju
Pada dasarnya, semua gorengan buruk bagi kesehatan. Jadi jika kentang goreng dilapisi keju, tentu makanan ini masuk dalam daftar paling buruk untuk dikonsumsi. Keju biasanya mengandung lemak 10 kali lebih bayak dari ikan dan daging putih. Apalagi ditambah karbohidrat goreng.


3. Minuman bersoda
Minuman ringan dan soda buruk bagi kesehatan karena mengandung banyak kalori, meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil. Berdasarkan hasil studi, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kerapuhan tulang alias osteoporosis, sakit gigi, dan serangan jantung. Selain itu, minuman-minuman diet juga tidak direkomendasikan karena berpotensi meningkatkan risiko erosi gigi (karena gelembung-gelembung dalam minuman itu bersifat masam).


4. Alcopop berwarna
Alcopop adalah minuman yang mengandung alkohol dengan kadar 4-7 persen. Alcopop mengandung kalori yang tinggi, karena mengandung gula dan alkohol berkalori. Ditambah lagi, minuman itu penuh pewarna dan perasa, yang membuatnya menjadi minuman yang cukup beracun. Panduan yang cukup praktis adalah, semakin cerah warna alcopop, maka semakin buruklah minuman itu untuk dikonsumsi.


5. Makanan cair
Oke, makanan cair memang tidak selalu buruk, namun makanan cair atau minuman makanan pengganti dapat menjauhkan Anda dari mengonsumsi makanan yang tepat. Makanan pengganti mungkin akan lebih cocok dikonsumsi orang yang sedang sakit, namun jangan biarkan makanan semacam itu menggantikan makanan alami.


6. Daging olahan
Daging olahan punya nama lain “daging misteri”, karena tidak jelas apa yang terkandung di dalamnya. Namun satu hal yang pasti, jika daging olahan itu dikemas dalam kaleng dan jenis dagingnya tidak jelas, maka daging tersebut tidak baik bagi tubuh. Berusahalah untuk menghindari sosis dan salami, karena hasil olahan dengan lemak dan garam.


7. Chicken nugget
Chicken nugget hampir sama dengan sosis, yakni berasal dari daging sisa dicampur dengan tepung. Dan saat nugget-nugget kecil itu digoreng, maka akan meningkatkan levelnya sebagai makanan terburuk untuk dikonsumsi. Sepotong kecil nugget yang digoreng menyerap lebih banyak lemak dari hasil penggorengan itu.


8. Donat
Jika ada satu makanan yang melambangkan makanan junk food abad ke-21, itu adalah donat. Baik dilapisi, diisi, dikilapkan dengan gula dan selai, atau yang polos sekalipun, makanan ini tidak baik bagi tubuh. Bukan hanya sekedar masalah tepung halus dan gula halus, namun makanan ini juga digoreng dalam minyak sulingan. Donat akan mengganggu keseimbangan gula darah Anda, dan dapat mempercepat proses pembakaran, sehingga Anda akan cepat merasa lapar lagi.


9. Sup Kaleng
Sup memang bukan makanan yang buruk dan tidak layak dibandingkan dengan makanan-makanan di atas. Namun jika sudah berbicara mengenai garam dan makanan kemasan, maka tentu saja sup kaleng masuk daftar. Akan jauh lebih baik bila Anda memasak sup sendiri. Bukan kalengan.

 


Sumber : Yahoo


Baca Selengkapnya ....

Konsumsi Zat Aspirin dalam Jangka Lama Beresiko Kebutaan

Posted by Salger Minggu, 14 April 2013 0 komentar

Menurut penelitian terbaru, mengonsumsi aspirin secara teratur selama 10 tahun kemungkinan bisa melipatgandakan risiko kehilangan penglihatan.

Penelitian-Konsumsi-Aspirin-Jangka-Panjang-Picu-Kebutaan

Seperti dikutip Zeenews, para ilmuwan menyatakan bahwa aspirin dapat meningkatkan kesempatan mengembangkan penyakit degenerasi makula basah terkait usia (Wet AMD), yakni sebuah kondisi mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Para peneliti dari University of Wisconsin menggunakan data dari Beaver Dam Eye Study tentang penyakit mata terkait-usia. Pemeriksaan mata dilakukan setiap 5 tahun selama periode 20-tahun pada hampir 5.000 peserta.

Peserta, berusia 43-86 tahun, kemudian ditanya apakah mereka secara teratur mengonsumsi aspirin setidaknya dua kali seminggu selama lebih dari 3 bulan. Durasi rata-rata ini ditindaklanjuti hingga 14,8 tahun.

Lalu, para peneliti mengukur risiko dari berbagai jenis AMD tersebut. Wet AMD ini ditemukan hanya 10 persen dari keseluruhan kasus, tetapi ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang berat, sedangkan Dry AMD (kering) ditemukan lebih umum dan lebih ringan, meski bisa berkembang menjadi Wet AMD kapan pun.

Hasil penelitian menunjukkan ada 512 kasus Dry AMD dan 117 kasus Wet AMD selama penelitian. Peneliti menemukan, mereka yang mengonsumsi aspirin selama 10 tahun memiliki risiko 1,4 persen dari Wet AMD, dibandingkan hanya 0,6 persen pada non-pengguna aspirin. Namun, tidak ada hubungan yang ditemukan antara konsumsi aspirin dan Dry AMD.

Menurut para peneliti, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini. Jika hal ini benar, penemuan tersebut bisa membantu mengembangkan cara-cara untuk mencegah Wet AMD.

Aspirin sering disebut sebagai “obat ajaib”. Selain bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit, aspirin juga mampu bertindak sebagai agen anti-inflamasi. (dan)

Sumber : Yahoo

 

 


Baca Selengkapnya ....

Jangan Simpan Makanan ini di Kulkas

Posted by Salger Kamis, 11 April 2013 0 komentar

Kita pasti berpikir bahwa cara yang tepat untuk menyimpan sayur adalah dengan dimasukkan ke kulkas supaya tetap segar. Namun ternyata tidak semua bahan makanan dapat disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah lima jenis contohnya.

Tomat
Ok, secara teknis tomat adalah buah, namun lebih dekat disebut sebagai sayur. Jika kamu pernah menanam tomat, maka kamu akan tahu bahwa tomat suka panas dan benci dingin. Ternyata walaupun setelah dipetik, tomat masih tidak tahan dingin. Kulkas bukanlah tempat yang cocok untuk menyimpan tomat. Tomat yang disimpan dalam kulkas menjadi layu dan meskipun masih bisa dipakai untuk dimasak namun tidak untuk dimakan segar. Simpanlah di meja dapur (namun tidak terkena sinar matahari langsung) dan nikmati saat sudah ranum.

Kemangi
Sama seperti tomat, kemangi juga suka panas, jadi jika disimpan di tempat dingin akan menyebabkan kemangi layu secara dini. Kemangi akan berada dalam kondisi maksimal jika disimpan di atas meja dapur dan dirawat seperti bunga segar. Setangkup kemangi dapat disimpan dalam sebuah cangkir berisi air (ganti airnya setiap sehari atau dua hari sekali) dan jauhkan dari sinar matahari. Bungkus longgar dengan kantong plastik untuk menjaganya tetap lembap (namun pastikan plastik mempunyai lubang untuk jalan masuk udara segar).

Kentang
Kentang baik disimpan pada suhu yang dingin namun bukan suhu dingin yang dapat membuatnya beku. Kentang baik disimpan dalam suhu sekitar 7,2 derajat Celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat daripada kulkas pada umumnya. Sebagian besar dari kita tidak memiliki ruang penyimpanan bawah tanah (tempat yang gelap dan bersuhu dingin untuk menyimpan sayuran umbi akar seperti kentang), jadi menyimpan kentang di dalam kantong kertas di tempat dingin (seperti dalam lemari makanan) adalah yang terbaik.
Kenapa kertas? Karena kertas lebih memiliki pori-pori untuk benapas, tidak seperti plastik. Jadi kentang tidak akan membusuk dengan mudah. Dan kenapa bukan kulkas? Menyimpan kentang di dalam kulkas dapat mengubah zat tepungnya menjadi gula dengan mudah, yang dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan proses kematangannya.

Bawang
Bawang keluar dari tanah dengan kulit pelindung yang tipis. Untuk membuat dan menjaga lapisan kulit yang tipis, bawang butuh "disembuhkan" dan disimpan di tempat yang kering seperti lemari penyimpan makanan, yang tidak selembap kulkas. Selain itu, kekurangan sirkulasi udara dapat membuat bawang menjadi busuk. Oleh karena itu bawah sebaiknya tidak disimpan di dekat kentang, yang mengeluarkan gas dan kelembapan dan dapat menyebabkan bawang lebih cepat busuk.
Simpanlah bawang di ruangan yang dingin, kering, gelap, dan memiliki ventilasi yang baik. (Cahaya dapat menyebabkan rasa bawang menjadi pahit). Namun tak semua bawang harus diperlakukan sama. Daun bawang dan kucai memiliki kadar air yang tinggi dan lebih mudah rusak, jadi harus disimpan di dalam kulkas.

Avokad
Saat kita membeli avokad yang sekeras batu, jangan simpan avokad itu di dalam kulkas, karena akan memperlambat proses pematangannya. Namun jika kita memiliki avokad yang telah matang dan tidak akan langsung dikonsumsi, simpanlah di dalam kulkas untuk mencegahnya cepat busuk.
Jadi inti dalam penyimpanan avokad adalah, simpan avokad yang belum matang dalam lemari, dan simpan avokad yang telah matang dalam kulkas apabila buah tersebut tak akan dimakan saat itu juga. (nn/ik/ml)

Sumber : Yahoo


Baca Selengkapnya ....
close
Flag Counter
Produksi :
MEKARSARI FOOD
Kademangan - Pagelaran
Malang
Jawa Timur
0341 955 6752