Salak Suwaru
Selasa, 11 September 2012
0
komentar
Salak yang berasal dari daerah Suwaru, Malang dan telah dilepas sebagai
varietas unggul ini induknya berasal dari Pasar Minggu, Jakarta. Dinding
kulit bagian dalam berdaging agak tebal dan mudah dikupas. Daging
buahnya bersepta tiga dan berwarna kuning kecokelatan atau krem.
Tebalnya antara 0,5-2,0 cm, teksturnya agak lunak, masir, dan berair.
Rasanya masam dan kesat sewaktu muda, tetapi manis setelah tua dengan
aroma tajam. Panjangnya antara 68 cm dengan berat per buah antara 70-120
g. Jumlah buah per tandan antara 20-40. Salak ini mempunyai banyak
varietas di antaranya salak damang, dodi, dan sari.
Buah salak dapat dimakan segar atau dibuat manisan dan asinan. Batangnya
tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Namun,
tanaman salak baik untuk batas kebun sekaligus sebagai pengaman kebun.
Salak tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan
tipe iklim basah. Tipe tanah podsolik dan regosol atau latosol disenangi
oleh tanaman salak. Lingkungan yang dikehendaki mempunyai pH 5-7, curah
hujan 1500--3000 mm per tahun dengan musim kering antara 4-6 bulan.
Pada kondisi lingkungan yang sesuai, tanaman mulai berbuah pada umur
tiga tahun. Tanaman salak muda lebih senang hidup di tempat teduh atau
di bawah naungan. Oleh karena itu, umumnya salak ditanam di bawah
tanaman duku, durian, atau pohon jinjing atau sengon (Albezia sp.).
Hama yang timbul pada tanaman salak adalah kutu wol (putih) atau
Cerataphis sp. yang bersembunyi di sela-sela buah. Selain itu, kumbang
(uret) atau omotemnus sp. sebagai penggerek tunas. Tupai dan tikus juga
menjadi hama yang menjengkelkan. Hama ini dapat diatasi dengan Furadan 3
G dan semprotan insektisida Tamaron 0,3%. Penyakit yang sering tampak
adalah noda hitam pada daun akibat cendawan Pestalotia sp. dan penyalat
busuk merah (pink) pada buah dan batang oleh cendawan Corticium
salmonicolor. Tanaman sakit dan daun yang terserang harus dipotong dan
dibakar di tempat tertentu karena sulit dikendalikan.
Buah salak dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur
enam bulan setelah bunga mekar (anthesis). Hal ini ditandai oleh sisik
yang telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, dan
bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yang
meruncing) terasa lunak bila ditekan. Pemanenan buah dengan cara
memotong tangkai tandannya. Hasil tanaman salak di Bali dapat mencapai
15 ton/hektar. Panen besar antara bulan Oktober-Januari.
sumber : Nutri
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Salak Suwaru
Ditulis oleh Salger
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://salger.blogspot.com/2012/09/salak-suwaru.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Salger
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Posting Komentar