Pemanis Makanan
Minggu, 09 Desember 2012
0
komentar
| Pemanis Buatan |
Pemanis alami biasanya berasal dari tanaman. Utamanya adalah tebu (saccharum officanarum L)
yang hasilnya dikenal sebagai gula alam atau sukrosa. Beberapa pemanis
alam yang sering digunakan antara lain ; laktosa, maltosa, galaktosa,
gliserol.
Dalam situs kerjasama Prosea dan Yayasan Kehati
ada 9 jenis tanaman yang digolongkan sebagai pemanis alami. Antara lain
tebu, enau atau aren, lontar, gebang, nipah dan yang lagi populer
belakangan ini tanaman stevia.
Jenis
berikutnya adalah pemanis sintetis. Jenis ini merupakan tambahan yang
menimbulkan rasa manis tetapi tidak memiliki nilai gizi. Pemanis
dianggap berbahaya jika dikonsumsi dalam waktu lama dan jumlah tak
terbatas. Beberapa di antaranya adalah :
- Sakarin,
pemanis ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil. tingkat
kemanisan 200-700 kali gula sedangkan harganya paling murah. Di Kanada,
sakarin telah dilarang penggunaannya dan dinyatakan sebagai zat adiktif.
- Siklamat,
sering digunakan untuk permen atau minuman. Bahan ini juga disarankan
untuk tidak dikonsumsi oleh wanita hamil. Berbeda dengan sakarin,
siklamat menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya).
Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya
tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung,
insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi,
impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak. Penggunaan
siklamat juga sudah dilarang di ASEAN, kecuali Indonesia.
- Aspartam,
bisa ditemukan pada produk gula rendah kalori. Bahan ini dianggap aman
untuk wanita hamil. Rasanya 200 kali lebih manis dibanding gula biasa.
Selain
itu masih ada 10 jenis pamanis buatan lain yang diizinkan penggunaannya
di Indonesia (bandingkan dengan negara ASEAN lain yang berkisar dua
sampai lima jenis saja).
Pemakaian
pemanis buatan sangat perlu diwaspadai. Tetapi pemanis sintetis tidak
melulu negatif. Penggunaan bersifat positif antara lain :
- Penggunaan bagi penderita diabetes melitus untuk menghindari bahaya gula.
- Memenuhi kebutuhan rendah kalori bagi penderita kegemukan.
- Sebagai penyalut obat.
- Menghindari kerusakan gigi.
Sumber : Pemanis Makanan
Baca Selengkapnya ....
